Glitter Words
Friends Myspace Comments

Senin, 18 Januari 2010

Kisi-kisi Praktek TKJ 3

*Melakukan diagnosa permasalahan PC yang tersambung jaringan*

Keuntungan jaringan Peer To Peer:
-Workstation bisa sebagai resource
-Server tidak tersentral
-Security ada pada setiap workstation
-Mudah dan murah untuk jaringan skala kecil

Keuntungan jaringan Client Server:
-Pengaturan user yang masuk dalam jaringan dapat dideteksi oleh admin
-Data tersimpan secara pusat pada server
-Kewenangan admin mutlak dalam jaringan
read more “Kisi-kisi Praktek TKJ 3”

Kisi-kisi Praktek TKJ 2

*Menginstalasi Local Area network*

Keunggulan dan Kelemahan Kabel COAXIAL dan UTP:

1. Kabel Coaxial
-Keunggulan: Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik sehingga dapat digunakan dalam jangkauan yang lebih panjang mencapai 300 meter dalam satu jaringan.
-Kelemahan: signal melewati dua arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi tabrakan atau tercampurnya data.

2. Kabel UTP
-Keunggulan: Kemungkinan tercampurnya data tidak akan terjadi karena kabel data terpisah dan semua arus ditangani oleh hub/switch.
-Kelemahan: Terjadinya interferensi listri. Daya jangkau kabel UTP hanya 100 meter dalam satu sistem jaringan
read more “Kisi-kisi Praktek TKJ 2”

Kisi-kisi Praktek TKJ 1

*Menginstalasi sistem operasi berbasis graphical user interface (GUI) dan command line interface (CLI)*

Langkah Instalasi LINUX IGOS NUSANTARA:
Spesifikasi perangkat keras yang dibutuhkan yaitu:
- Processor Intel Pentium Class (Optimum paa Pentium 4 CPUs) atau AMD 64 Processors (Athlon64 dan Opteron) atau Minimum CPU Power PC G3/Power4.
- Minimum RAM untuk Text mode: 100MB.
- Minimum RAM untuk Graphical mode: 192 MB (rekomendasi 256 MB).
- Kapasitas hardisk minimum 3 GB.

1. Memulai instalasi
Boot dari CD ROM,setelelah itu masukkan CD dan tunggu proses berjalan. Setelah muncul tampilan pembuka, untuk meng-install dalam mode grafik, tekan “Enter”. Tekan skip untuk menuju proses selanjutnya.

2. Pemilihan bahasa
Default bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris (English). Setelah memilih, tekan “Next”.

3. Pemilihan “keyboard”
Pilih type US English. Tekan “Next” untuk menuju halaman selanjutnya.

4. Partisi “hard disk”
Terdapat empat pilihan, yaitu:
- Remove all partitions on selecter drives and create default layout.
- Remove Linux partitions on selecter drives and create default layout.
- Use free space on selected drives and create default layout.
- Create custom layout
Kemudian pilih creat untuk membentuk partisi.

5. “Boot loader”
Jika mempunyai sistem operasi lebih dari satu, anda harus memilih sistem operasi mana yang akan langsung digunakan saat komputer booting. Jika ingin dilakukan secara otomatis, berikan checklist pada kotak yang ada di kolom default.

6. Konfigurasi jaringan
Halaman konfigurasi jaringan hanya akan ditemui jika sistem mendeteksi adanya kartu jaringan pada komputer yang diinstall. Anda bisa mengaturnya sesuai dengan konfigurasi jaringan yang Anda miliki. Biasanya sistem akan secara otomatis mendeteksi device jaringan yang ada. Banyak jaringan yang mempunyai layanan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) yang secara otomatis mendukung sistem yang terhubung dengan data konfigurasi. Secara default, IGOS Nusantara akan mengaktifkan semua antarmuka jaringan pada komputer yg di install dan mengaturnya untuk menggunakan DHCP.

7. Pemilihan zona waktu
Untuk memilihnya tinggal mengarahkan mouse ke peta dan memilih titik kuning yang melambangkan kota yang terdekat degan lokasi, Jakarta untuk WIB, Makasar untuk Wita, dan Jayapura untuk WIT.

8. Kata kunci “root”
Setiap sistem Linux mempunyai account root yang merupakan super user atau administrator sistem. Sebaiknya hindari penggunaan account root untuk keperluan umum untuk meminimalkan kemungkinan kerusakan sistem.

9. Pilihan instalasi
Ada tiga pilihan yang tersedia yaitu:
- Office dan Productivity, tipe instalasi berisi paket-paket software umum untuk keperluan perkantoran dan administrasi.
- Software Development, pada tipe instalasi ini paket-paket yang berguna untuk kegiatan pemrograman software.
- Web Server, tipe ini merupakan tipe khusus digunakan untuk keperluan server pada jaringan.

10. Proses instalasi
Setelah melakukan pemilihan paket instalasi, proses instalasi akan segera dimulai. Lamanya proses instalasi tergantung dari banyaknya paket instalasi yang akan di-install dan kemampuan komputer yang Anda instalasi. Tekan “Next” untuk memulai meng-install paket instalasi.

11. Konfigurasi pascainstalasi
Setelah selesai instalasi komputer akan meminta Anda melakukan boot ulang. Pastikan CD instalasi sudah dikeluarkan dari CD-ROM drive. Setelah masuk ke sistem, Anda akan menemui beberapa pengaturan sebelum sistem benar-benar dijalankan, yaitu perjanjian lisensi, keamanan jaringan, Elinux, tanggal dan waktu, tampilan, pengguna sistem, dan kartu suara.
Setelah konfigurasi pascainstalasi selesai, muncul halaman login. Masukkan nama pengguna dan kata kunci yang telah dibuat. Pertama masukkan nama pengguna lalu tekan “Enter”. Selanjutnya, masukkan kata kunci dan tekan “Enter”. Jika keduanya sesuai, Anda akan masuk ke layar desktop X-Windows.
Pada login form ini ditekankan memilih language atau pemilihan bahasa dengan menggunakan bahasa Indonesia untuk memudahkan penggunaan aplikasi desktop IGOS Nusantara. /Sumber Panduan Instalasi IGOS Nusantara)
read more “Kisi-kisi Praktek TKJ 1”

Selasa, 27 Oktober 2009

MikroTik RouterOS™

MikroTik RouterOS™, merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows Application (WinBox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standard komputer PC (Personal Computer). PC yang akan dijadikan router mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan
resource PC yang memadai.

Sejarah MikroTik RouterOS
MikroTik adalah sebuah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia. Pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah seorang berkewarganegaraan Amerika yang berimigrasi ke Latvia. Di Latvia ia bejumpa dengan Arnis, Seorang sarjana Fisika dan Mekanik sekitar tahun 1995.
John dan Arnis mulai me-routing dunia pada tahun 1996 (misi MikroTik adalah me-routing seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS-DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless-LAN (WLAN) Aeronet berkecepatan 2 Mbps di Moldova, negara tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia.
Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (W-ISP), tetapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan diseluruh dunia. Latvia hanya merupakan tempat eksperimen John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar 400 pengguna.
Linux yang pertama kali digunakan adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5-15 orang staff Research and Development (R&D) MikroTik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Menurut Arnis, selain staf di lingkungan MikroTik, mereka juga merekrut tenega-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan MikroTik secara marathon.

JENIS-JENIS MIKROTIK
1.MikroTik RouterOS yang berbentuk software yang dapat di-download di http://www.mikrotik.com. Dapat diinstal pada komputer rumahan (PC).
2.BUILT-IN Hardware MikroTik dalam bentuk perangkat keras yang khusus dikemas dalam board router yang didalamnya sudah terinstal MikroTik RouterOS.

FITUR-FITUR MIKROTIK
1.Address List : Pengelompokan IP Address berdasarkan nama
2.Asynchronous : Mendukung serial PPP dial-in / dial-out, dengan otentikasi CHAP, PAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius, dial on demand, modem pool hingga 128 ports.
3.Bonding : Mendukung dalam pengkombinasian beberapa antarmuka ethernet ke dalam 1 pipa pada koneksi cepat.

- Bridge : Mendukung fungsi bridge spinning tree, multiple bridge interface, bridging firewalling.
- Data Rate Management : QoS berbasis HTB dengan penggunaan burst, PCQ, RED, SFQ, FIFO queue, CIR, MIR, limit antar peer to peer
- DHCP : Mendukung DHCP tiap antarmuka; DHCP Relay; DHCP Client, multiple network DHCP; static and dynamic DHCP leases.
- Firewall dan NAT : Mendukung pemfilteran koneksi peer to peer, source NAT dan destination NAT. Mampu memfilter berdasarkan MAC, IP address, range port, protokol IP, pemilihan opsi protokol seperti ICMP, TCP Flags dan MSS.
- Hotspot : Hotspot gateway dengan otentikasi RADIUS. Mendukung limit data rate, SSL ,HTTPS.
- IPSec : Protokol AH dan ESP untuk IPSec; MODP Diffie-Hellmann groups 1, 2, 5; MD5 dan algoritma SHA1 hashing; algoritma enkirpsi menggunakan DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256; Perfect Forwarding Secresy (PFS) MODP groups 1, 2,5

1. ISDN : mendukung ISDN dial-in/dial-out. Dengan otentikasi PAP, CHAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, Radius. Mendukung 128K bundle, Cisco HDLC, x751, x75ui, x75bui line protokol.
2. M3P : MikroTik Protokol Paket Packer untuk wireless links dan ethernet.
3. MNDP : MikroTik Discovery Neighbour Protokol, juga mendukung Cisco Discovery Protokol (CDP).
4. Monitoring / Accounting : Laporan Traffic IP, log, statistik graph yang dapat diakses melalui HTTP.
5. NTP : Network Time Protokol untuk server dan clients; sinkronisasi menggunakan system GPS.
6. Poin to Point Tunneling Protocol : PPTP, PPPoE dan L2TP Access Consentrator; protokol otentikasi menggunakan PAP, CHAP, MSCHAPv1, MSCHAPv2; otentikasi dan laporan Radius; enkripsi MPPE; kompresi untuk PPoE; limit data rate.
7. Proxy : Cache untuk FTP dan HTTP proxy server, HTTPS proxy; transparent proxy untuk DNS dan HTTP; mendukung protokol SOCKS; mendukung parent proxy; static DNS.
8. Routing : Routing statik dan dinamik; RIP v1/v2, OSPF v2, BGP v4.
9. SDSL : Mendukung Single Line DSL; mode pemutusan jalur koneksi dan jaringan.
10.Simple Tunnel : Tunnel IPIP dan EoIP (Ethernet over IP).
11.SNMP : Simple Network Monitoring Protocol mode akses read-only.
12.Synchronous : V.35, V.24, E1/T1, X21, DS3 (T3) media ttypes; sync-PPP, Cisco HDLC; Frame Relay line protokol; ANSI-617d (ANDI atau annex D) dan Q933a (CCITT atau annex A); Frame Relay jenis LMI.
13.Tool : Ping, Traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer; Dinamik DNS update.
14.UPnP : Mendukung antarmuka Universal Plug and Play.
15.VLAN : Mendukung Virtual LAN IEEE 802.1q untuk jaringan ethernet dan wireless; multiple VLAN; VLAN bridging.
16.VoIP : Mendukung aplikasi voice over IP.
17.VRRP : Mendukung Virtual Router Redudant Protocol.
18.WinBox : Aplikasi mode GUI untuk meremote dan mengkonfigurasi MikroTik RouterOS.
read more “MikroTik RouterOS™”
Zodiac Myspace Comments